Sponsor Kami :


Support

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 25 Juni 2010

Laporan dari Afsel - Hilangnya Tradisi Kiper Inggris

admin
Saturday, 26 June 2010 02:27
Getty ImagesBeritabola.com Johannesburg - Sudah sejak beberapa tahun belakangan Inggris mengalami krisis penjaga gawang. Hilangnya tradisi kiper hebat The Three Lions disebabkan klub besar lebih memilih pemain asing.

Inggris dalam sejarah sepakbolanya pernah memiliki banyak kiper hebat. Salah satu yang terbaik tentu saja Gordon Banks, di samping Peter Shilton.

Namun setelah era David Seaman berakhir, tim juara dunia 1966 itu tak pernah punya kiper yang benar-benar meyakinkan. Banyak nama keluar dan masuk tanpa pernah benar-benar memberi ketenangan di bawah mistar gawang.

Kondisi tersebut berlangsung hingga kini, di Piala dunia 2010. David James yang kini jadi nomor satu pun dianggap masih meragukan. Dia seperti menjadi pilihan terbaik di antara yang terburuk. Apalagi kiper Portsmouth itu kini sudah berusia 40 tahun.

"Inggris sebelumnya punya tradisi bagus di poisi kiper. Pertanyaannya adalah kenapa sekarang mereka tak punya kiper bagus," cetus Oliver Kahn dalam konferensi pers di Jobulandi Center, Sandton, Johannesburg, seperti yg di lansir detiksport.

Disebut mantan kiper utama Jerman dan Bayern Munich tersebut, kondisi yang dialami anak didik Fabio Capello tersbut disebabkan beberapa klub papan atas justru mmilih kiper dari negara lain. Hal ini membuat kiper muda Inggris tak cukup punya kesempatan untuk berkembang.

"Sulit untuk kembangkan kiper lokal karena klub besar seperti Manchester United, Chelsea, Arsenal atau Liverpool memiliki kiper asing," lanjut Kahn.

Inggris dan Jerman sendiri akan saling berhadapan di babak 16 besar Piala Dunia 2010. Apakah pernayataan Kahn tersebut menandakan Der Panzer bakal bisa mengandaskan Tiga Singa?

Lalu, bagaimana pula andai laga antara Jerman vs Inggris berakhir dengan adu penalti? Cukup mumpunikah kiper St George's Cross menanganinya?
(dtc/din)

PESTA BOLA

Brasil dan Portugal cari aman
Jumat, 25 Juni 2010


Bermain tanpa gol melawan Portugal di Stadion Moses Mabhida, Durban, Jumat (25/6) malam, Brasil menjadi juara Grup G dan melaju ke babak 16 besar Pesta Bola 2010. Portugal akan menemani langkah Brasil tersebut.

Brasil yang cukup bermain seri untuk menjadi juara Grup G, lebih suka bermain aman. Bahkan, pelatih Brasil Dunga berani menurunkan formasi baru untuk mencari alternatif lain. Dia tak menurunkan tiga pemain inti, yaitu Kaka, Elano, serta Robinho. Soal Robinho, kemungkinan Dunga kurang puas dengan perfoma pemain ini dalam dua laga sebelumnya.

Nilmar yang dalam pertandingan sebelumnya hanya menjadi cadangan, kali ini dicoba menjadi starter, menggantikan Kaka. Di awal pertandingan, serangan Brasil cukup menggigit. Beberapa kali Dani Alves berhasil melesakkan bola ke arah gawang, meski belum memenuhi sasaran yang diinginkan. Tendangan Alves pada menit 16 masih bisa diselamatkan kiper Portugal, Eduardo. Peluang emas Brasil didapat pada menit 29. Sayang, tendangan keras kaki kiri Nilmar masih bisa ditahan kiper Eduardo.

Portugal pun beberapa kali membahayakan pertahanan Brasil yang dikawal Lucio cs. Di menit 41, tendangan kaki kanan Cristiano Ronaldo masih bisa ditepis oleh kiper Brasil, Julio Cesar. Menjelang turun minum, Cristiano Ronaldo kembali mengancam gawang Braasil. Namun tendangan kaki kanannya masih melebar. Sampai babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.

Di babak kedua, baik Portugal maupun Brasil, saling menyerang. Portugal memiliki beberapa peluang melalui aksi kapten tim, Cristiano Ronaldo, serta Raul Meireles. Sedangkan, peluang Brasil lahir melalui aksi Luis Fabiano, Dani Alves, serta pemain pengganti Ramires. Namun dari berbagai peluang itu, tak satu pun yang membuahkan gol sehingga pertandingan berakhir imbang 0-0.

Dengan hasil ini, Brasil menjadi juara Grup G sedangkan Portugal menjadi runner up. Pantai Gading, yang pada saat yang bersamaan, mengalahkan Korea Utara 3-0 menempati peringkat ketiga, dan gagal melangkah ke babak 16 besar. (*)